UNY NGURI-URI KABUDAYAN KETOPRAK

oleh : Eka Susanti/ P.Matematika I 2015/ NIM. 15301241006

Di era globalisasi ini, banyak generasi muda yang menyukai budaya barat daripada budaya bangsanya sendiri. Kebanyakan dari remaja tersebut bahkan tidak mengetahui kebudayaan bangsanya. Seperti pepatah mengatakan ‘tak kenal maka tak sayang’ jika generasi muda tidak mengetahui budaya bangsa sendiri bagaimana mereka akan menyukai budaya tersebut. Benar jika mereka tidak menyukai karena mereka tidak mengenal bahkan tidak mau mengenal.

Akibatnya kebudayaan asli bangsa Indonesia mulai tergerus zaman. Salah satu kebudayaan tersebut adalah kesenian ketoprak. Ketoprak adalah salah satu kesenenisan tradisional yang menceritakan kisah-kisah kehidupan. Ketoprak berfungsi sebagai sarana hiburan yang tak lepas dari tuntuntan. Kesenian ini biasanya mengambil cerita dengan latar belakang kehidupan zaman dahulu.

Dalam rangka ‘nguri-uri budaya’ dan dies natalis Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ke-54 maka diselenggarakan kesenian ketoprak pada Rabu, 9 Mei 2018 di auditorium UNY. Ketoprak yang mengambil kisah “Rembulan Kekalang” tersebut dipentaskan oleh jajaran birokrasi UNY seperti Rektor UNY, Bapak Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd., direktur Pascasarjana UNY, Prof. Marsigit, M.A., jajaran dosen-dosen, dan mahasiswa yang disutradarai oleh Prof. Dr. Suminto A. Suyuti.

Kisah ini menceritakan mengenai rencana Tumenggung Pasingsingan yang ingin  menjatuhkan Pangeran Hadi Mataram, yang baru saja dinobatkan sebagai raja oleh Pangeran Sepuh Purbaya. Tumenggung Pasingsingan meminta anaknya Rara Mangli untuk memikat hati Pangeran Harya Timur, adik Pangeran Hadi Mataram Rara Mangli bersedia menjadi istri Pangeran Harya Timur asalkan ia menjadi Raja Mataram. Terbutakan oleh cinta, Pangeran Harya Timur menyetujui permintaan Tumenggung Pasingsingan untuk membunuh Pangeran Hadi Mataram. Akhirnya Pangeran Harya Timur menikah dengan Rara Mangli. Dengan terbunuhnya Pangeran Hadi Mataram, Pengeran Harya Timur akan diangkat sebagai Raja Mataram.

Rencana Tumenggung Pasingsingan untuk membunuh Pangeran Hadi Mataram diketahui oleh Yu Genuk. Yu Genuk kemudian memberitahu suaminya yang seorang prajurit Mataram. Akhirnya rencana tersebut digagalkan oleh Pangeran Sepuh Purbaya dan prajurit. Perangpun bergejolak. Akhirnya Tumenggung Pasingsingan berhasil ditangkap. Pangeran Harya Timur kemudian diminta menemui Pangeran Hadi Mataram. Pangeran Harya Timur meminta maaf dan diminta untuk membunuh Rara Mangli. Sampai di rumah, terjadi perdebatan antara Rara Mangli dan Pangeran Harya Timur. Pangeran Harya Timur tidak bersedia membunuh Rara Mangli ia kemudian kembali ke Mataram. Rara Mangli merasa sudah tidak memiliki apapun lagi. Ia merasa bingung dan berniat untuk mengakhiri hidupnya.

Setelah menyaksikan kisah “Rembulan Kekalang” tersebut banyak pelajaran berharga yang dapat diambil. Berikut beberapa diantaranya

  1. Janganlah menjadi orang yang tamak
  2. Kebaikan akan mengalahkan kejahatan
  3. Berpikirlah dengan bijak sebelum bertindak

Selain beberapa amanat di atas dapat pula diperoleh etnomatematika dalam kisah “Rembulan Kekalang” tersebut. Etnomatematika menurut D’Ambrosia adalah mode, gaya , dan teknik menjelaskan, memahami, dan menghadapi lingkungan alam dan budaya dalam suatu sistem budaya. Etnomatematika menggunakan konsep matematika secara luas yang terkait dengan berbagai aktivitas matematika. Etnomatematika dapat menjadi solusi mengintegrasikan kebudayaan dalam matematika. Berikut ini beberapa etnomatematika yang dapat diamati pada lakon “Rembulan Kekalang”

No.

Foto Benda Materi
1 Mahkota Pangeran Sepuh Purboyo berbentuk kerucut terpancung Volume kerucut terpancung

Luas permukaan kerucut terpancung

2 Pola dinding keraton Rumus pola

Jumlah susunan pola

3 Blangkon Patih berbentuk setengah bola Volume setengah bola

Luas permukaan kulit bola

Luas permukaan setengah bola pejal

4 Payung berbentuk kerucut Volume kerucut

Luas permukaan kerucut

5 Pot tanaman yang berbentuk kubus Volume kubus

Luas permukaan kubus

6 Susunan batu bata pada gerbang keraton Pola susunan objek

Banyak batu bata yang dibutuhkan jika terdiri dari n-tingkat

7 Bangunan gerbang kraton Kesebangunan

Pencerminan

Simetri lipat

 

8 Pagar Kesebangunan

Simetri lipat

Luas segiempat

Volume limas segiempat

9 Bagian pagar Luas segitiga

Volume balok

Volume luas segiempat

Volume gabungan bangun ruang

10 Rumah Mangli Volume gabungan bangun ruang

Luas lingkaran

 

Untuk lebih lengkapnya ketoprak UNY “Rembulan Kekalang dapat diakses pada link berikut :

https://youtu.be/7IrOG4tbQ84

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − = 17