REFLEKSI : PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS ETNOMATEMATIKA DI KRATON YOGYAKARTA

Membawa etnomatematika sebagai konteks pembelajaran matematika di sekolah adalah salah satu bentuk inovasi guru agar pembelajaran tidak terkesan monoton. Objek-objek etnomatematika dapat ditemui dengan mudah pada tempat-tempat bersejarah. Jogja merupakan daerah yang memiliki banyak destinasi wisata bersejarah. Tempat wisata tersebut dapat berupa candi, kraton, maupun museum.

Pada perkuliahan etnomatematika bersama Prof. Marsigit di semester 6, kelas kami ditugaskan untuk mengunjungi objek wisata dan membuat rencana pelakasanaan pembelajaran berbasis etnomatematika. Objek wisata yang harus kelas kami amati adalah Kraton Yogyakarta, Candi Prambanan, dan Candi Borobudur. Kelompok saya diharuskan mengunjungi Kraton Yogyakarta.

Kraton Yogyakarta merupakan bangunan elegan yang berada di pusat kota. Bangunan ini didirikan oleh Pangeran Mangkubumi yang memiliki gelar Sri Sultan Hamengku Buwono I, pada tahun 1775. Kraton Yogyakarta memiliki banyak arsitektur yang unik. Arsitektur dan tata letak bangunan ternyata memiliki banyak nilai-nilai kejawen. Selain itu, arsitektur bangunan di Kraton juga dapat dijadikan sebagai konteks pembelajaran matematika. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut

No. Objek Nama Objek Materi matematika yang sesuai
1. Bedug di Bangsal Trajumas 1.  Volume tabung

2.  Luas permukaan tabung

 

2. Motif Keramik di Bangsal Trajumas 1. Refleksi

2. Kesebangunan

3. Luas gabungan bangun datar

4. Rotasi

3. Jodhangan terletak di teras-teras bangsal 1. Pola konfigurasi objek

2. Volume bangun ruang

4. Tangga sebelah selatan kraton 1. Pola bilangan

2. Volume bangun ruang

Berikut ini adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam proses pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis etnomatematika.

1. Menentukan materi belajar, indikator dan kompetensi dasar yang ingin dicapai

Sebelum observasi tempat alangkah baiknya kita sudah menentukan materi yang akan dikembangkan. Hal ini akan mempermudah kita untuk memfokuskan diri pada benda-benda yang sesuai

2. Menentukan objek yang sesuai dengan materi matematika

Misalnya untuk materi pola konfigurasi objek dipilih objek-objek yang memiliki pola dan sesuai dengan pola-pola umum yang ada di matematika . Pola tersebut dapat pola bilangan persegi, segitiga, persegi panjang, maupun segitiga pascal. Saya mengambil pola  yang ada pada atap jodhangan yang dapat direpresentasikan sebagai pola bilangan segitiga.

3. Membuat RPP dan LKS

Mengontruksi objek yang ada ke dalam bentuk matematika agar lebih mudah dipahami siswa. LKS dibuat menyesuaikan dengan syntax pembelajaran yang digunakan. Tulislah syntax-syntax tersebut agar lebih rinci

Kelebihan dari pembelajaran berbasis etnomatematika adalah apabila guru menggunakan objek-objek yang dekat dengan siswa maka siswa akan merasa tertarik dan lebih memberikan perhatiannya pada objek-objek tersebut. “Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Pembelajaran ini juga dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya local sembari mengajari siswa akan pentingnya “Nguri-uri kabudayan adiluhung”.Akan tetapi, pembelajaran berbasis etnomatematika ini terbatas pada materi tertentu karena tidak semua materi matematika dapat dengan mudah dimodelkan.

Untuk dapat memahami bagaimana bentuk pembelajaran yang saya rencanakan, kalian dapat mengunduh file RPP dan LKS nya melalui link di bawah ini.

Etno2018_RPP_Eka Susanti_15301241006

Etno2018_LKS_Eka Susanti_15301241006

Saya meminta maaf apabila RPP dan LKS yang saya buat memiliki banyak kekurangan. Komentar dan saran dapat kalian berikan agar RPP dan LKS saya menjadi lebih baik lagi.

 

Disusun oleh :

Eka Susanti

NIM. 15301241006

Pendidikan Matematika I 2015

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

31 − 26 =